Workshop Perencanaan Pengelolaan Sampah Untuk Komunitas

Swarabandung, Bandung. Program pemerintah pusat berupa Citarum Harum sudah lama menyentuh Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Namun, hingga saat ini koordinasi lintas elemen dalam mewujudkan program Citarum Harum belum terlaksana dengan baik. Untuk meningkatkan koordinasi lintas elemen tersebut mulai hari ini (Sabtu, 25/1/2020) sejumlah komunitas menggelar workshop bertajuk “Perencanaan Pengolahan Sampah Rumah Tangga untuk Komunitas”.

Acara yang digelar di wilayah Desa Bojongsari tepatnya di gedung sekola Asholihiyah tersebut atas kerja sama DLH Bandung, Green Initiative Foundation, KEHATI, Citarum Harum Juara, dan aktivis lingkungan lokal yang tergabung dalam SACITA. Pihak penyelenggara mengungkapkan, workshop ini sangat penting demi meningkatkan koordinasi antar elemen sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Ketua SACITA, Dudi Andre Setiawan mengungkapkan, ada beberapa tujuan workshop ini. Pertama, memperkenalkan model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kedua, membangun kesepakatan warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara bersama. Ketiga, membentuk tim pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat lingkungan masing-masing. Selain itu, untuk membangun partisipasi masyarakat lintas tokoh, sektoral dan komunitas untuk kepentingan program Revive Citarum.

“Desa Bojongsari terbagi 7 RW. Ketujuh RW ini berada langsung di sempadan sungai sepanjang 3 KM, luas ke 7 kawasan RW ini sekitar 15 hektar, dengan jumlah rumah tangga sekitar 1.400 KK. Dengan jumlah rumah tangga yang besar, maka potensi sampah domestik yang dihasilkan juga besar”, ungkap pria yang akrab disapa Dudi itu.

Dudi menambahkan, sampah domestik yang berasal dari rumah tangga, masih menjadi penyumbang terbesar rusaknya sungai Citarum. Menurutnya, sampah dari rumah tangga tersebut berkisar 60% dari total sampah yang masuk ke Citarum.

“Oleh karena itu, sinergisitas seluruh elemen dalam mewujudkan program citarum harus menjadi keharusan”, tegas Dudi ditemui di kediamannya di Bojongsari.

Dijelaskan, workshop yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (25-26/1). Adapun peserta workshop terdiri dari 100 orang yang mewakili kelompok sosial, pemerintah desa, aktivis citarum, dan perwakilan komunitas. Sedangkan biaya kegiatan ini didanai oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dari HSBC.

“Kegiatan kami bagi dua gelombang. Gelombang pertama pada Sabtu (25/1) terdiri dari perwakilan masyarakat RW 11, 17, 8, dan 9. Sedangkan gelombang kedua digelar hari berikutnya yang terdiri dari perwakilan mansyarakat RW 12, 13, dan 14,” tuturnya.

Sementara itu pada kesempatan ini Satgas Citarum Harum dansektor 6 sebelum memberikan materi tentang kinerja satgas dalam penanganan sampah, Dalam sambutannya dikegiatan ini Dansektor 6 kol arh Dodo Irmanto menyampaikan ”Saya sangat mengapresiasi, terhadap kegiatan ini, karena kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang merupakan dukungan kepada pemerintah dan kegiatan ini merupakan sebuah upaya juga dukungan kepada progam citarum harum”, tuturnya.

”Saya berharap para peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menjadi kader, untuk memprakarsai dan menjadi contoh di lingkungan masyarakat lain nya untuk pengelolaan sampah rumah tangga,serta bisa bermanfaat untuk pribadi dan lingkungannya, lalu bisa bersinergi dengan satgas Citarum harum sektor 6”, Harap Dansektor 6 Kolonel Arh Dodo Irmanto.
(Muh.Warman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *