Workshop Perencanaan Pengelolaan Sampah Untuk Komunitas

Pewaris padjadjaran, Bandung. Program Citarum Harum yang dicanangkan oleh pemerintah sudah lama menyentuh Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Namun, hingga saat ini koordinasi lintas elemen dan masyarakat untuk mencapai tujuan-tujuan program masih harus terus diperbaiki. Untuk meningkatkan koordinasi lintas elemen tersebut pada hari Sabtu dan Minggu (25-26/1) Green Initiative Foundation, Yayasan Kehati, Sakola Citarum, DANSEKTOR VI Citarum Harum bekerja sama memfasilitasi kegiatan workshop untuk masyarakat di kawasan DAS CItarum yang berada di desa Bojongsari. Kegiatan tersebut bertajuk “Perencanaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berkelanjutan untuk Komunitas”.

Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan dari masyarakat, perangkat desa, serta aktivis lingkungan Desa Bojongsari yang tergabung dalam SACITA. Pihak penyelenggara mengungkapkan, workshop ini sangat penting demi meningkatkan koordinasi antar elemen sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Kegiatan ini sebenarnya merupakan rangkaian dari program yang diinisiasi oleh Green Initiative Foundation (GIF) bersama Yayasan Kehati dan mendapat dukungan dari PT Bank HSBC. GIF bersama Yayasan Kehati ikut mengambil peran dalam upaya pemulihan Citarum lewat sebuah program yang diberi judul Revive Citarum. Program ini menyasar kelompok masyarakat di desa Bojongsari serta kelompok industry yang ada di Kabupaten Bandung. Setelah pada bulan November yang lalu GIF dan Yayasan Kehati melaksanakan kegiatan seminar dan workshop untuk kelompok industry, maka kegiatan workshop perencanaan di Bojongsari ini menandai dimulainya program pemberdayaan di tingkat komunitas.

Dalam sambutannya. Ferry Hs, selaku direktur eksekutif Green Initiative Foundation menyampaikan pentingnya rencana program yang berangkat dari komunitas. Partisipasi yang tinggi dari masyarakat merupakan syarat penting tercapainya tujuan-tujuan kegiatan. Masyarakat sepanjang DAS Citarum harus menjadi pelaku aktif dalam upaya memulihkan sungai yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya tersebut.

Ketua SACITA, Dudi Andre Setiawan yang turut membantu proses terlaksananya kegiatan ini mengungkapkan, ada beberapa tujuan workshop ini. Pertama, memperkenalkan model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kedua, membangun kesepakatan warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara bersama. Ketiga, membentuk tim pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat lingkungan masing-masing. Selain itu, untuk membangun partisipasi masyarakat lintas tokoh, sektoral dan komunitas untuk kepentingan program Revive Citarum.

“Desa Bojongsari terbagi 7 RW. Ketujuh RW ini berada langsung di sempadan sungai sepanjang 3 KM, luas ke 7 kawasan RW ini sekitar 15 hektar, dengan jumlah rumah tangga sekitar 1.400 KK. Dengan jumlah rumah tangga yang besar, maka potensi sampah domestik yang dihasilkan juga besar”, ungkap pria yang akrab disapa Dudi itu.

Dudi menambahkan, sampah domestik yang berasal dari rumah tangga, masih menjadi penyumbang terbesar rusaknya sungai Citarum. Menurutnya, sampah dari rumah tangga tersebut berkisar 60% dari total sampah yang masuk ke Citarum. “Oleh karena itu, sinergisitas seluruh elemen dalam mewujudkan program citarum menjadi keharusan”.

Workshop akan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (25-26/1). Adapun peserta workshop terdiri dari 100 orang yang terbagi dalam dua gelombang kegiatan mewakili kelompok sosial, pemerintah desa, aktivis citarum, dan perwakilan komunitas. Kegiatan ini dibuka oleh Dansektor VI Citarum Harum. Dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan juga para pihak yang ikut turun tangan membantu pemulihan Citarum, sehingga tanggung jawab yang diembannya menjadi lebih ringan.

Beberapa relawan SACITA ikut menyampaikan terimakasih kepada PT Bank HSBC yang sudah memberikan dukungan dan mau terlibat aktif untuk mendukung program komunitas di DAS Citarum, khususnya di Desa Bojongsari.

Sementara itu pada kesempatan ini Satgas Citarum Harum dansektor 6 sebelum memberikan materi tentang kinerja satgas dalam penanganan sampah, Dalam sambutannya dikegiatan ini Dansektor 6 kol arh Dodo Irmanto menyampaikan ”Saya sangat mengapresiasi, terhadap kegiatan ini, karena kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang merupakan dukungan kepada pemerintah dan kegiatan ini merupakan sebuah upaya juga dukungan kepada progam citarum harum”, tuturnya.

”Saya berharap para peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menjadi kader, untuk memprakarsai dan menjadi contoh di lingkungan masyarakat lain nya untuk pengelolaan sampah rumah tangga, serta bisa bermanfaat untuk pribadi dan lingkungannya, lalu bisa bersinergi dengan satgas Citarum harum sektor 6”. Harap Dansektor 6 Kolonel Arh Dodo Irmanto. (Ramdan adun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *