Pelatihan Pemilahan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga, RW 12 Desa Bojongsari

Pelatihan Pemilahan Sampah
Proses pemilahan sampah di rumah tangga merupakan awal dari upaya penanganan masalah sampah di daerah aliran sungai Citarum khususnya di Desa Bojong Sari. Dengan melakukan pemilahan sampah di rumah tangga maka akan mempermudah proses pengolahan sampah pada tahapan berikutnya. Kurangnya kesadaran warga untuk memilah ditambah dengan minimnya pengetahuan mengenai jenis sampah dan cara pengolahannya menjadi salah satu faktor permasalahan sampah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Oleh karena itu Green Initiative Foundation dalam rangkaian Revive Citarum Program menginisiasi kegiatan pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah untuk warga dan komunitas dampingan di Desa Bojong Sari Kabupaten Bandung.
Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari yakni pada tanggal 8 sampai tanggal 11 Agustus 2020 di empat lokasi tempat komunitas dampingan, dengan mengundang satu pemateri guna memberikan pemahaman kepada para peserta yang hadir. Peserta yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan ini adalah perwakilan warga dari empat ke RW an di Desa Bojong Sari.
Uus Atmajaya selaku pemateri memberikan penjelasan mengenai jenis sampah dan cara pengolahannya. Dalam kegiatan ini Uus lebih menekankan kepada pemilahan dan pengolahan sampah organik khususnya sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga. Dalam penyampaian materinya Uus memberikan penjelasan dan contoh bagaimana memilah sampah organilk dan anorganik serta cara untuk mengolah sampah organik.
Ada berbagai cara untuk mengolah sampah organik menurut Uus, salah satunya dijadikan pupuk organik. Uus juga mengajak peserta untuk mempraktekan langsung cara mengolah sampah organik, diantaranya membuat mikro organisme pengurai sampah, pengomposan dan pembuatan pupuk cair.
Dari tahapan kegiatan pelatihan ini diharapkan peserta bisa melakukan pemilahan sampah rumah tangga serta mampu mengelola sampah secara mandiri dengan pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali. Harapan berikutnya tentu setiap peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini dapat ikut serta dalam menyebarkan hal positif ini kepada warga disekitarnya agar permasalahan sampah bisa sedikit teratasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *