Pelatihan Pembuatan Kriya dari Sampah Non Organik

PELATIHAN PEMBUATAN KRIYA DARI SAMPAH ANORGANIK

Sebagai rangkaian kegiatan dalam Revive Citarum Program, Green Initiative Foundations menginisiasi untuk menyelenggarakan  kegiatan Pelatihan Pembuatan Kriya dari Sampah Anorganik yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 September 2020 di Gedung Aula Desa Bojong Sari Kecamatan Bojong Soang. Kegiatan ini bertujuan sebagai salah satu solusi dalam penanganan sampah anorganik di daerah aliran sungai Citarum.

Dalam perjalanan Revive Citarum Program telah dilakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada penanangan sampah organik seperti pelatihan pembuatan Pupuk Organik dan Pelatihan budidaya Maggot BSF yang dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas dampingan serta warga masyarakat. Kemudian dalam upaya penanganan sampah anorganik dipilih kegiatan pelatihan pembuatan kriya sebagai  upaya menambah nilai manfaat dari sampah yang dihasilkan oleh konsumsi rumah tangga. Seperti diketahui sampah anorganik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk dapat terurai secara alami, selama ini dalam penanganan sampah anorganik mayoritas warga Desa Bojong Sari melakukannya dengan cara membakar sampah tersebut. Hal ini menjadi permasalahan baru karena setelah berlangsung lama dan terus menerus aktifitas pembakaran sampah anorganik tersebut dapat mencemari dan merusak kualitas udara yang selama ini dihirup oleh warga. Oleh karena itu kegiatan pelatihan pembuatan kriya dari sampah anorganik ini dirasa sangat sesuai sebagai upaya penambahan nilai manfaat dari barang-barang bekas konsumsi rumah tangga.

Kegiatan pelatihan ini dihaddiri oleh 30 peserta perwakilan warga Desa Bojong Sari dari tiap RW, dalam kegiatannya warga diberikan pelatihan untuk mengolah sampah anorganik seperti kantong plastik, plastik bekas kemasan kopi, dan popok bekas untuk dibuat menjadi benda yang memiliki nilai guna kembali.

Wisnu Suwardana sebagai salah satu pemateri memaparkan sampah anorganik yang telah diolah menjadi suatu kriya memiliki nilai ekonomi yang lebih dibandingkan sampah anorganik yang tidak diolah. Dalam keggiatan tersebut Wisnu memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan popok bekas yang bisa diolah menjadi vas/pot tanaman. Kemudian pemateri kedua Neni Nuraeni memberikan contoh kepada peserta kegiatan bagaimana memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah kriya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, diantaranya pemanfaatan plastik kemasan kopi sebagai bahan untuk membuat tikar dan pemanfaatan kantong plastik untuk membuat bunga hias..Dengan kegiatan tersebut diharapkan volume sampah anorganik yang berasal dari konsumsi rumah tangga dapat berkurang serta kebiasaan warga membakar sampah dapat beralih menjadi memanfaatkan sampah anorganik menjadi sebuah kriya. Untuk menjaga nilai positif ini diperlukan komitmen dari semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam upaya penanganan sampah terutama sampah anorganik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *